Sabtu, 24 Maret 2012

handmade cushion



handmade tas : karya pertamaku

Lagi kepingin sekali bikin tas buat ngaji, butuh tas yang besar untuk macem-macem buku..lihat mamahku pergi ngaji repot bawa alquran, buku catatan, dompet, hp dll ..tapi bingung dengan aplikasinya mau bertema apa...

akhirnya diputuskan membuat tas besar ukuran 45x37,5 cm dengan tema rumah menclok di bukit. tema yang gak jelas hihi..aplikasinya dibuat agak ngebut tapi lumayan rapi lah.. maklum masih sibuk mengurus new baby born..tas ini dikerjakan disela-sela baby tidur. harusnya kalau bayi tidur ibunya tidur ini malah ibunya kerja hehe...habis semangat ibunya begitu menggebu-gebu sejak tahu dunia craft (telat banget si ibu *tepok jidat*)

Inilah karya tas pertamaku, dijahit dengan terburu-buru huhu walaupun tidak terlalu suka dengan komposisi warnanya tapi aku senang hohohoho jadi juga tas ngajinya *nyengir*

flower bag


Sambil menikmati secangkir teh manis disore hari memandangi bunga-bunga cantik bermekaran di halaman..terinspirasi membuat tas yang bertema bunga-bunga berwarna cerah.



Jumat, 23 Maret 2012

Laki-laki yang dinantikan



Suprised sewaktu mendengar dokter mengatakan bahwa calon anak kami berjenis kelamin laki-laki. Alhamdulillah tak kuasa mata ini berkaca-kaca saat USG itu digerak-gerakkan bu dokter untuk memperjelas jenis kelamin sang jabang bayi. Suamiku tak percaya,matanya berkaca-kaca juga sepertiku sampai-sampai suster yang membantu bu dokter diruangan itu nyeletuk " wah si bapak berkaca-kaca"katanya sambil senyum-senyum,hmmm I feel you honey..itu adalah berita yang paling membahagiakan di telinga kami sore itu.berita yang ditunggu-tunggu!

Sejak memiliki 2 orang anak perempuan, kami khususnya suami begitu menantikan hadirnya anak laki-laki.belum lengkap rasanya keluarga kami tanpa hadirnya " silaki-laki yang dinantikan". walaupun hakikatnya sama saja punya anak laki-laki atau perempuan, tapi pasti ada kebanggaan tersendiri bagi seorang ayah bila memiliki anak laki-laki. Suami pernah bilang kalau ada anak laki-laki bisa diajakin main bola dan naik gunung bareng.emangnya kalau anak perempuan ga bisa diajak naik gunung bareng ya?!

Setelah melewati masa kehamilan yang lumayan berat, lahirlah Muhammad Azzam Ranggadisastra pada tanggal 20 Januari 2012 melalui operasi sesar, semoga kelak Azzam,panggilan kami untuknya menjadi pemuda yang berakhlak seperti Nabi Muhammad, memiliki keinginan yang kuat untuk berbuat kebajikan, berjihad beramal untuk agamanya, dan bermanfaat bagi kehidupan. Semoga kelak Azzam menjadi salah satu manusia yang membawa perubahan bagi zamannya.aamiin..Azzam telah melengkapi kebahagaiaan kami sekeluarga, Kakak-kakaknya Rana dan Ziya begitu senang punya adik baru, kerjaannya menjawil-jawil pipi adiknya sambil memanggil berulang-ulang dan tentunya diajak bermain..Alhamdulillah kakak-kakaknya walaupun masih balita mampu menerima kehadiran adik barunya..

Terima kasih ya Allah atas anugrah yang indah ini, Berilah kami kekuatan untuk menjaga amanahMu ini dengan sebaik-baiknya, ajari kami kekuatan sabar menghadapi anak-anak kami..aamiin

Kamis, 05 Januari 2012

Menunggu keluarga baru

Foto penampakan sikaka Rana dan Adek Ziya,الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ kakak sudah 37 bulan dan adek sudah 21 bulan. Insya Allah sebentar lagi ada adeknya Ziya, Bundanya sedang harap-harap cemas menunggu saat-saat melahirkan.

Semoga dimudahkan persalinannya,dikurangi rasa sakitnya (justru disitu ya letak pengorbanannya..),ibu dan bayinya selamat dan bisa menjalankan IMD,aamiin ya rabbal 'alamin.

Birthday gift for Jihan

Awalnya bingung untuk memberikan kado apa untuk bayinya teman suami yang baru aja dilahirkan 1 bulan yang lalu..

setiap lewat ke toko bayi,tadinya niat mau beliin kado tapi urung selalu. Abis liat perlengkapan bayi-bayi itu,meskipun lucu kepikirannya "ah mungkin dia udah punya benda yang itu", liat barang yang lain,selalu mikir,"pasti yang lain ngadoin itu juga"..hmm jadinya ga ada yang spesial.

Akhirnya tercetus ide,untuk bikinin bantal dengan aplikasi sendiri untuk si bayi mungil. Sempat malas mau ngerjain tapi الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ semangat itu bangkit lagi karena didorong suami juga.

3 hari kukebut ngerjain bantalnya,setelah jadi kita langsung menuju rumah teman suami. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ bantalnya selesai juga, lumayan puas lah,yang terpenting kadonya spesial ga dijual di toko bayi manapun hehe..ini foto penampakannya. Berminat?? Plis PM me at 08119916296

Kamis, 15 Desember 2011

Belajar Nge-bento

Sebenarnya udah basi posting tentang belajar bento ini hihi,but never late than never ya.
Suatu saat di FB,aku bertemu profil seorang ibu muda yang sangat gape memasak especially makanan bayi yang sehat dan homemade tentunya.Bahkan beliau menjadi pendiri grup FB Homemade Healthy Baby Food dimana membernya sudah mencapai 9OOO an waktu itu. Wah kayaknya kenal nih siapa dia..

Ternyata si ibu muda talented itu adalah bubu Mia alias Mia Ilmiawaty Saadah. Mia itu adalah salah satu staf divisi SDM di Salam UI,organisasi dimana kita bernaung.
سُبْحَانَ اللّهُ keren juga ya mia ini sekarang,sungguh ga nyangka lulusan FIK itu kini berkiprah didunia. Permasakan khususnya makanan bayi,balita,toodler.bahkan sekarang buka usaha catering.mantap lah!

Nah,bubu mia rutin ngadain kursus membuat bento dirumahnya (yang kebetulan di depok ) yipiiie, karena pengen temu kangen sekaligus penasaran kayak apa sih nge-bento itu,akhirnya daftarlah aku untuk ikut kursus bento ini.

Hari minggu pagi udah mejeng dirumah Bubu Mia di sawangan. Berhubung pesertanya ada yang mengcancel,tinggal tersisa 2 orang. tapi aku lupa euy siapa ya nama ibu yang barengan kursus sama aku waktu itu huuuu...(ternyata bu Asti namanya)

Semua peralatan dan bahan masakan sudah disiapkan bubu Mia,kita tinggal langsung praktek aja.
Wiih seru banget ya ngebento itu, kreasinya bisa macam-macam tergantung kreativitas kita.makanan dibentuk berbagai karakterpun bisa..ngebento itu banyak banget kegunaannya loh!

Walaupun anak-anak belum ada yang sekolah tapi aku niat banget suatu saat nanti membuatkan bekal makanan buat anak-anak yang sehat,enak dan tentunya dihias-hias ala bento ini.Mudah-mudahan dengan dihias lucu ini,nafsu makan bertambah,makananpun dihabiskan dengan lahap.
Dipajang dulu ah karya bentoku sama foto2 kita bertiga..narsis dikiiit huehehehehe...








Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 19 September 2011

sepotong memori dr buku Amy Chua “Battle Hymn of the tiger mother”cara mendidik anak agar sukses ala China

Buku karangan Amy Chua ini sempat santer dibicarakan dikalangan ibu-ibu dan pemerhati pendidikan. Secara gak sengaja waktu itu melihat buku ini di Gramedia, saya langsung tertarik untuk membacanya. Kenapa?karena buku ini kontroversial dengan menentang cara orang barat mendidik anaknya,sedangkan amy chua sendiri sebagai imigran China yg menetap di Amerika sejak kecil sangat menjunjung tinggi cara orang tua Cina mendidik anaknya bahkan menganggapnya paling baik. Buku ini alur ceritanya cukup menarik dan enak dibaca,dimana Amy menceritakan perjalanan hidupnya dalam kerangka khusus caranya membesarkan anak. 2 anak Amy, Sophia dan Lulu adalah 2 anak yg berbakat.sejak kecil mereka dididik dengan keras untuk menjadi nomor 1 dalam segala hal. Sejak usia 3 tahun sudah nampak terlihat perbedaan karakter mereka,Sophia adalah anak yg manis dan penurut berbeda dengan Lulu yg berwatak keras kepala dan tidak mau diatur .2 anak amy tampak kehilangan masa kecilnya untuk bermain,karena Amy melatih anaknya bermain piano dan biola hingga berjam-jam setiap harinya,dia tidak mengijinkan anak-anaknya bermain dengan teman sebayanya. Tidak boleh ada pemberontakan dalam kamus pengasuhan orangtua China.masa depan anak ditentukan oleh orangtuanya. Menjelang remaja,Amy semakin ambisius menjadikan anak2nya musisi sehingga ia titipkan anak-anaknya untuk belajar musik pada musisi2 kelas dunia yang begitu berbakat. Memang prestasi kedua putrinya dibidang musik sukses berkat kegigihannya dan bakat natual kedua anaknya. Namun semua itu harus dibayar mahal dengan waktu-waktu yg tersita hanya untuk berlatih dan berlatih. Diumur 13 tahun,Lulu anaknya yg kedua melakukan pemberontakan yg cukup frontal bahkan ia memutuskan untuk berhenti bermain biola.Pertengkaran hebat antara anak dan ibu tidak dapat dihindarkan..akhirnya Amy memilih untuk mengalah dan membiarkan pilihan anak keduanya tersebut. Akhirnya Lulu berpindah ke olahraga tenis.walaupun tidak seberprestasi dibidang biola. Pesan yang saya ambil dari kisah Amy Chua ini adalah saya sangat menghargai bahwa jika ingin berprestasi maka dibutuhkan kerja keras melebihi standar yang orang lain bisa lakukan. Melipatkan usaha untuk sebuah impian bukanlah hal yang buruk. Tapi tetap saja kita sebagai orangtua harus mendengarkan anak,apa yang menjadi minatnya,selanjutnya kita harus mendukung sungguh-sungguh tanpa menanamkan ambisi yang berlebihan pada anak karena anak bisa lelah secara mental dan fisik. Sebaliknya cara orangtua Barat mendidik anak yang dinilai Amy sangat bebas dan menyerahkan semua pilihan pada anaknya juga ada sisi positifnya karena dalam hal ini bentuk penghargaan orangtua lebih besar pada anaknya,asalkan orangtua harus tetap mengawasi dan terutama membimbing agar apa yg menjadi keinginan anak bisa tercapai. Intinya adalah anak kita bukanlah robot,mereka punya suara,hati dan keinginan yang wajib didengar orangtuanya. Cara yang terlalu keras kelak akan menjadi bumerang bagi orangtua,begitu juga cara yang terlalu membiarkan akan membuat anak bertindak semaunya. Tarik ulur menurut saya adalah cara yg terbaik tentunya disesuaikan dengan karakteristik anak.karena tiap anak itu adalah individu yang unik.